Di bawah komandonya, Persela berhasil melakukan transformasi branding yang signifikan. Hasilnya, berbagai jenama (brand) nasional ternama kini mengantre untuk menjadi sponsor resmi klub. Keberhasilan menggaet mitra strategis ini dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga profesionalisme klub di tengah tantangan industri sepak bola modern.
Ketua PWI Lamongan, Kadam Mustoko, menjelaskan bahwa pemilihan Pradita Aditya didasari oleh kontribusinya yang nyata terhadap pembangunan daerah. Ia dinilai sebagai representasi pemuda daerah yang mampu bersaing di kancah yang lebih luas tanpa melupakan tanah kelahirannya.
“Mas Adit adalah simbol bahwa anak muda Lamongan bisa menjadi motor penggerak ekonomi. Kami memberikan penghargaan ini agar kiprahnya menjadi role model bagi generasi Z dan milenial dalam membangun kemandirian ekonomi melalui jalur bisnis dan olahraga,” ungkap Kadam.
Bagi Pradita, penghargaan ini merupakan tanggung jawab moral untuk terus berkontribusi. Ia berkomitmen untuk terus mensinergikan potensi bisnis dengan prestasi olahraga agar Persela Lamongan tidak hanya unggul di lapangan hijau, tetapi juga sehat secara finansial.
“Terima kasih atas apresiasi dari rekan-rekan pers. Semangat ini akan saya bawa untuk mewujudkan cita-cita besar, baik dalam pengembangan usaha maupun untuk kejayaan abadi Persela Lamongan,” tutup pengusaha yang dikenal rendah hati tersebut.





