“Kami siap menjalankan tugas yang telah diamanahkan. SMSI Jatim akan membangun sinergi dengan ABPEDNAS Jatim serta institusi Kejaksaan yang ada di Jawa Timur,” kata Sokip.
Dalam menjalankan program tersebut, Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Jatim akan mengambil sejumlah peran, mulai dari menyampaikan informasi mengenai perkembangan desa, memberikan edukasi kepada masyarakat hingga mendorong pengawasan partisipatif terhadap program-program pemerintah.
Menurut Sokip, media memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap berbagai kebijakan dan program pembangunan. Informasi mengenai desa tidak semata-mata harus berisi persoalan atau konflik, tetapi juga perlu mengangkat potensi, inovasi, serta capaian masyarakat desa.
“Media bukan hanya menyampaikan persoalan yang terjadi di desa. Media juga dapat menjadi sarana edukasi hukum sekaligus mengangkat capaian dan potensi desa agar diketahui masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam pengukuhan tersebut, Sokip hadir bersama sejumlah pengurus dan anggota Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Jawa Timur, di antaranya Tarmuji, S.Pd., M.I.Kom., Yuristiarso, S.I.P., M.H., Budi Mulyono, S.H., Makin Rahmad, S.H., M.H., Makruf, S.I.P., M.I.Kom., serta Budiono Setiawan.
Agenda pengukuhan dihadiri lebih dari seratus peserta dan undangan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog nasional yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan.
Dialog tersebut menghadirkan Prof Dr Achmad Riyad U.B., Ph.D., Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur, serta pakar di bidang ekonomi dan perbankan. Diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah tanggapan kritis dari peserta.
Dialog nasional tersebut dipandu Prof Dr Albertus Wahyu Rudhanto, M.C., guru besar dari PTIK. Kehadiran sejumlah tokoh dan akademisi membuat agenda tersebut tidak sekadar menjadi seremoni pengukuhan, tetapi juga ruang bertukar gagasan mengenai masa depan desa, pers, ekonomi, hukum, dan pembangunan nasional.
Melalui Pokja Newsroom Jaga Desa, SMSI berharap media dapat semakin dekat dengan masyarakat desa dan menjalankan fungsi jurnalistik secara bertanggung jawab. Program ini juga diharapkan membuka ruang kolaborasi antara media, pemerintah desa, lembaga masyarakat, aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan lainnya.
Bagi SMSI Jatim, pengukuhan tersebut menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk menghadirkan pemberitaan desa yang berimbang, informatif dan berbasis fakta. Dengan mengedepankan profesionalisme jurnalistik, media diharapkan mampu ikut mengawal pembangunan desa sekaligus mendorong masyarakat semakin kritis dan melek informasi.
Program Jaga Desa pada akhirnya diarahkan bukan sekadar untuk memberitakan desa, tetapi turut membangun ekosistem informasi yang sehat. Desa yang terbuka, masyarakat yang teredukasi, serta media yang bertanggung jawab diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pembangunan nasional dari tingkat paling bawah.





