LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Sarirejo, Polres Lamongan, Polda Jawa Timur, melakukan patroli kewilayahan sekaligus monitoring potensi bencana alam di wilayah Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menyasar area persawahan dan embung di Desa Gempoltukmloko serta wilayah sekitarnya.

Kapolsek Sarirejo IPTU Moch. Sokep, S.H. mengatakan, patroli dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengetahui kondisi debit air embung dan area persawahan, sekaligus memastikan situasi wilayah tetap aman. Pemantauan secara berkala dinilai penting untuk mendeteksi sejak dini potensi bencana yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami melakukan patroli kewilayahan untuk memonitor kondisi debit air embung dan persawahan. Ini merupakan langkah antisipasi agar apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana, bisa diketahui dan ditindaklanjuti lebih cepat,” ujar IPTU Moch. Sokep.

Patroli tersebut dilaksanakan mulai sekitar pukul 09.34 WIB hingga selesai. Petugas jaga Polsek Sarirejo melakukan pemantauan secara langsung di area persawahan dan embung Desa Gempoltukmloko.

Dalam kegiatan tersebut, personel mengecek kondisi debit air pada embung serta situasi di sekitar area persawahan. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam, terutama yang berkaitan dengan kondisi air dan lingkungan sekitar.

Selain melakukan monitoring, petugas juga menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat yang ditemui di wilayah tersebut. Dalam kesempatan itu, personel menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mengajak warga untuk ikut memperhatikan kondisi lingkungan.

Masyarakat diimbau segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan perubahan kondisi lingkungan yang dinilai dapat membahayakan atau berpotensi menimbulkan gangguan terhadap aktivitas warga.

Menurut IPTU Moch. Sokep, keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan lingkungan sangat diperlukan. Warga merupakan pihak yang berada paling dekat dengan kondisi lingkungan sehingga informasi dari masyarakat dapat membantu petugas melakukan langkah antisipasi secara lebih cepat.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut peduli terhadap kondisi lingkungan. Apabila melihat adanya perubahan debit air yang signifikan atau kondisi lain yang berpotensi menimbulkan bencana, segera laporkan kepada petugas atau pemerintah desa agar dapat dilakukan penanganan bersama,” jelasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2