Gumpalan asap abu-abu membubung ke angkasa setelah dua ledakan itu, sementara baku tembak berlanjut, dengan tembakan terdengar dari kejauhan di kawasan itu.
“Kekuatan dari ledakan itu melemparkan saya beberapa meter. Ledakan itu begitu besar hingga menimbulkan kerusakan yang besar di lingkungan saya,” kata Nadir Ali Shah, seorang warga setempat berusia 40 tahun kepada AFP di rumah sakit, ketika dia dirawat karena luka-luka di kepala dan kaki.
“Itu adalah adegan kehancuran seperti kiamat,” tambahnya.
Serangan itu terjadi beberapa hari setelah seorang pelaku bom bunuh diri beraksi dan menewaskan enam orang di sebuah sekolah keagamaan Islam di Pakistan, yang siswanya adalah para pemimpin kunci Taliban di provinsi tersebut.
Serangan-serangan serupa telah meningkat di Pakistan sehak otoritas Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada Agustus 2021.
Hafiz Gul Bahadur melakukan serangan yang lain pada kompleks yang sama pada Juli lalu, meledakkan sebuah kendaraan yang memuat bahan peledak ke dinding luar kompleks itu, dan menewaskan delapan tentara Pakistan.
Tahun lalu adalah yang paling mematikan selama satu dekade di Pakistan, yang menjadi rumah bagi 250 juta orang, dengan lonjakan serangan-serangan yang menewaskan lebih dari 1.600 orang, menurut Lembaga analisis yang berbasis di Islamabad, the Center for Research and Security Studies.
Kekerasan ini secara umum terbatas terjadi di kawasan perbatasan negara itu dengan Afghanistan.
Pakistan menuduh pemerintah Afghanistan gagal membasmi militan yang berlindung di wilayah negara itu ketika mereka mempersiapkan diri untuk melakukan serangan ke Pakistan, sebuah tuduhan yang dibantah oleh pemerintah Taliban.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com






