Ia menambahkan, tanah di bawah lapisan aspal menjadi lembek akibat genangan air, sehingga tidak mampu menopang beban kendaraan yang melintas. Akibatnya, jalan semakin rusak dan rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Ruas jalan yang rusak tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat Glagah. Jalan ini menjadi akses utama menuju pusat pemerintahan kecamatan, pasar, serta fasilitas umum lainnya. Tingginya volume kendaraan setiap hari membuat kondisi jalan berlubang menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan segera.
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera turun tangan. Selain perbaikan permanen, warga juga meminta adanya langkah penanganan sementara, seperti penambalan darurat atau pemasangan rambu peringatan, guna mengurangi risiko kecelakaan.
“Minimal ada penanganan awal dulu. Jangan sampai menunggu korban baru diperbaiki. Ini jalan utama dan sangat ramai,” pungkas Anwar.
Hingga kini, masyarakat masih menantikan respons konkret dari instansi berwenang agar kerusakan jalan poros Glagah tidak semakin meluas dan keselamatan pengguna jalan tetap terjamin.






