Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, Kanit Intelkam kemudian menghubungi personel Damkar yang pertama kali membagikan video kebakaran tersebut. Dari keterangan yang diperoleh, diketahui bahwa titik api berada di bagian belakang kompleks pekuburan. Informasi awal berasal dari warga sekitar yang melihat kobaran api dan khawatir api akan semakin membesar.
Tidak berselang lama, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Berkat respons cepat petugas Damkar yang didukung turunnya hujan deras, api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat sehingga tidak sempat merambat ke area pemukiman warga di sekitar lokasi.
Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dugaan sementara, kebakaran ilalang dipicu oleh sisa pembakaran kertas atau dupa yang dilakukan warga Tionghoa saat kegiatan ziarah kubur atau ceng beng.
“Api diduga berasal dari bekas pembakaran kertas atau dupa saat ziarah. Beruntung api cepat ditangani sehingga tidak menimbulkan dampak lebih luas. Situasi saat ini aman dan kondusif,” tambahnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terutama di area terbuka yang mudah terbakar seperti ilalang kering. Langkah antisipasi ini penting guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat membahayakan lingkungan dan keselamatan warga.(Pirhot Nababan).





