“Kami ingin membantu meringankan beban warga. Sekarang harga-harga naik semua, jadi kami coba hadirkan sembako murah agar masyarakat bisa tetap memenuhi kebutuhan dasar dengan harga yang terjangkau,” ujar Subandi.

Program ini pun disambut baik oleh warga setempat. Salah satunya, Wahyu, ibu rumah tangga asal Desa Bakalanpule, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tebus murah ini. Ia bahkan rela antre sejak subuh demi memastikan bisa mendapatkan satu paket sembako.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Minyak dan gula sekarang mahal. Dengan Rp15 ribu bisa dapat dua-duanya, ini sangat membantu kami. Semoga program seperti ini bisa sering diadakan,” ujarnya.

Lonjakan harga kebutuhan pokok memang menjadi isu yang meresahkan warga dalam beberapa bulan terakhir. Program semacam ini dinilai menjadi solusi sementara yang efektif untuk menekan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Masyarakat berharap agar program serupa bisa digelar rutin, tidak hanya di Kecamatan Tikung, tapi juga di wilayah lain di Lamongan. Selain itu, warga juga meminta agar pemerintah daerah dan pusat mengambil langkah konkret dalam mengendalikan harga pasar agar tetap stabil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2