Menurut Subandi, para santri yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dari tenaga medis. Pendataan juga dilakukan pihak pesantren untuk memastikan kondisi para santri dapat dipantau.

Ia memastikan proses penanganan berjalan dengan baik dan kondisi para santri terus dipantau.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Alhamdulillah semua sudah terpantau dan ditangani dengan baik, aman, dan tidak ada kendala apapun,” ujar Subandi.

Peristiwa tersebut sebelumnya dilaporkan terjadi setelah para santri menyantap makanan yang diduga berasal dari program MBG. Namun, penyebab pasti munculnya gejala keracunan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Penelusuran diperlukan untuk mengetahui apakah gangguan kesehatan tersebut benar berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi para santri. Pemeriksaan terhadap makanan maupun faktor lain yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan menjadi bagian penting dalam proses penanganan kejadian tersebut.

Sementara itu, aktivitas evakuasi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam masih berlangsung. Puluhan ambulans tampak bergantian mengangkut santri menuju rumah sakit dan puskesmas.

Personel TNI dan Banser juga masih disiagakan di sekitar kompleks pesantren. Selain menjaga situasi tetap kondusif, petugas membantu mengatur arus kendaraan agar ambulans dapat keluar-masuk pesantren tanpa mengalami hambatan.

Warga dan wali santri yang datang ke lokasi juga diminta tetap tenang sembari menunggu informasi resmi mengenai kondisi santri yang menjalani perawatan.

Pihak terkait masih melakukan pemantauan terhadap para santri yang mendapatkan perawatan. Jumlah santri yang mengalami gejala maupun perkembangan kondisi kesehatan mereka masih dapat berubah seiring proses pemeriksaan dan pendataan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Hingga malam hari, fokus penanganan diarahkan pada memastikan seluruh santri yang mengalami keluhan memperoleh pertolongan medis serta kondisi di lingkungan pesantren tetap aman dan terkendali.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2