Selain itu, permukiman warga di sekitar lokasi turut terdampak, dengan atap bangunan beterbangan akibat terpaan angin kencang.
Sambaran petir yang menyertai cuaca ekstrem tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah peralatan elektronik warga. Jaringan listrik dan telekomunikasi sempat terputus karena kabel listrik dan kabel komunikasi jatuh ke tanah, sehingga memperlambat proses pendataan dan penanganan awal.
Penanganan darurat segera dilakukan oleh BPBD Sampang bersama unsur Muspika Kecamatan Banyuates, TNI-Polri, petugas PLN, serta dibantu masyarakat setempat. Petugas berjibaku membersihkan material pohon tumbang dengan memotong batang dan dahan yang menghalangi jalan agar arus lalu lintas dapat kembali normal.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, pendataan kerugian material masih terus dilakukan karena sebagian wilayah masih mengalami gangguan listrik,” tambah Hosen.
BPBD Sampang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat intensitas hujan dan angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah juga meminta warga segera melaporkan apabila ditemukan kondisi darurat di lingkungan masing-masing.






