Dari sisi infrastruktur dan keamanan, Barry Timothy dari departemen ISS PSSI mengungkapkan bahwa ada beberapa aspek penunjang keamanan yang kurang tepat. Salah satunya adalah penempatan ruangan VOC (Venue Operations Center), yang seharusnya berada di tribun paling atas, namun saat ini berada di tribun paling bawah.
“Fasilitasnya ada, tapi penempatannya ada beberapa yang kurang sesuai dan kurang tepat,” tuturnya.
Barry juga menyoroti beberapa infrastruktur penunjang keamanan dan keselamatan yang belum terpenuhi, seperti empat lorong di penjuru stadion yang belum dilengkapi dengan pintu.
“Namun, hal ini masih bisa dimitigasi dengan steward atau tenaga keamanan. Jadi intinya dari segi safety and security, ada beberapa catatan yang akan kami sampaikan ke pihak klub langsung,” jelasnya.
Dengan catatan-catatan tersebut, diharapkan pihak Persela dapat segera melakukan perbaikan dan penyesuaian agar Stadion Surajaya Lamongan siap digunakan untuk Liga 2 2025/2026.
Keberhasilan dalam memenuhi standar yang ditetapkan akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran pertandingan dan keselamatan semua pihak yang terlibat.(Bs).






