Kedua, Produktif-Kreatif-Inovatif dengan BOSDA untuk pendidikan, beasiswa perguruan tinggi S1-S2-S3, beasiswa atlet berprestasi, serta bantuan modal dan peluasan pasar UMKM. Ketiga, Kediri City Tourism (D’CITO) dengan membangun icon Kota Kediri, membangun kawasan wisata kota, dan melestarikan budaya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keempat, lingkungan indah dan berkelanjutan dengan karbon trading project hijau penurunan CO2. Kelima, smart living dengan Hallo Warga, dokter keluarga, dan kota ramah disabilitas. Keenam, pemerintahan Cepat-Tepat dengan pelayanan administrasi warga all in kelurahan, dan mobil pelayanan masyarakat. Ketujuh, Infrastruktur yakni dengan kawasan Islamic Center.

Di antara program-program tersebut, Mbak Wali telah memilih beberapa program prioritas di 100 hari kerja. Pertama kenaikan insentif RT/RW, Posyandu, dan guru ngaji. Lalu program pelestarian budaya. Ada juga program Lapor Mbak Wali, dimana masyarakat bisa memberikan masukan dan melaporkan aduan melalui aplikasi ini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kemudian terkait project hijau dengan penanaman 10.000 pohon. Ada juga perhatian khusus untuk UMKM.

“Itu adalah program yang masuk 100 hari kerja. Saya juga tekankan untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat kita bisa mulai dari lingkungan kerja kita. Saya juga harus pastikan agar lingkungan kantor kita ini sudah ramah disabilitas nanti akan saya cek,” imbuhnya.

Tak kalah penting mewujudkan good governance atau pemerintahan yang baik. Melalui pendisiplinan kerja serta memberantas budaya dan praktik-praktik korupsi.

Turut hadir, Wakil Wali Kota Qowimuddin, Sekretaris Daerah Bagus Alit, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Direktur BUMD dan BLUD.(Adv/kom).

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2