Meski demikian, Presiden mengakui pelaksanaan program berskala besar seperti MBG membutuhkan evaluasi dan penyempurnaan secara terus-menerus. Pemerintah akan melakukan perbaikan sehingga anggaran yang digunakan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Prabowo menekankan bahwa efisiensi bukan berarti mengurangi tujuan utama program. Sebaliknya, efisiensi diperlukan agar pelaksanaan MBG dapat berjalan lebih baik, mengurangi potensi pemborosan, serta memastikan manfaat program benar-benar diterima oleh sasaran yang dituju.
Pemerintah juga diharapkan terus memperkuat tata kelola program, mulai dari pengadaan bahan pangan, proses pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Keberlanjutan MBG menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam membangun fondasi sumber daya manusia yang lebih kuat. Dengan memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi, pemerintah berharap anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang lebih baik, serta memperoleh kesempatan berkembang secara optimal.
Pernyataan Prabowo dalam pidato kenegaraan tersebut sekaligus menegaskan bahwa MBG masih menjadi salah satu program utama pemerintah. Di tengah kebutuhan untuk menjaga efektivitas belanja negara, pemerintah memilih mempertahankan program tersebut sembari melakukan berbagai pembenahan dalam pelaksanaannya.
Dengan demikian, arah kebijakan pemerintah ke depan tidak hanya mempertahankan keberlanjutan MBG, tetapi juga memastikan program tersebut semakin tepat sasaran, berkualitas, dan memberikan dampak nyata terhadap persoalan gizi masyarakat.
Presiden menegaskan, tujuan akhirnya adalah memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang harus belajar dalam keadaan lapar serta mempercepat upaya pemerintah dalam menekan persoalan stunting dan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.





