Joko menambahkan, sinergi antara kepolisian, pengelola obyek vital, petugas keamanan dan masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga keamanan. Menurutnya, polisi tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan serta kepedulian masyarakat.
“Kami mengajak pengelola perbankan dan swalayan, termasuk petugas keamanan, untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, segera koordinasikan dengan pihak kepolisian agar dapat ditangani dengan cepat,” tuturnya.
Patroli kamtibmas juga menjadi sarana bagi personel untuk memantau perkembangan situasi secara langsung. Dengan kegiatan yang dilakukan secara rutin, potensi gangguan keamanan diharapkan dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin.
Selain menjaga keamanan, personel Polsek Solokuro juga mengedepankan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat. Petugas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menyapa warga dan memberikan imbauan agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
“Kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga keamanan, saling peduli dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas,” imbuh Joko.
Polsek Solokuro memastikan patroli akan terus dilakukan secara berkesinambungan di wilayah hukumnya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi keamanan yang stabil sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan patroli yang menyasar perbankan dan swalayan, Polsek Solokuro berharap aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman, nyaman dan lancar. Nasabah perbankan dapat melakukan transaksi dengan tenang, sementara konsumen dan pengelola swalayan dapat menjalankan kegiatan tanpa rasa khawatir.
“Intinya, kami ingin memastikan seluruh wilayah Solokuro tetap aman dan kondusif. Polisi hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Mari bersama-sama menjaga kamtibmas agar Kecamatan Solokuro tetap sejuk, aman dan nyaman,” pungkas Joko.





