BERITASIBER.COM — Kepolisian Sektor (Polsek) Siantar Timur di bawah jajaran Polres Pematangsiantar kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta menjaga kestabilan ekonomi daerah.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Markas Komando (Mako) Polsek Siantar Timur, Jalan Kertas No. 1, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, pada Kamis (23/7/2026).
Kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyasar langsung kebutuhan dapur warga ini dipimpin secara langsung oleh Kapolsek Siantar Timur, IPTU Edy J.J. Manalu, S.H., M.H., didampingi oleh jajaran personel kepolisian setempat. Kehadiran aparat kepolisian di tengah-tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, melainkan juga turut aktif menjadi bagian dari solusi atas dinamika harga kebutuhan pokok di pasaran.
Dalam keterangannya di sela-sela kegiatan, Kapolsek Siantar Timur IPTU Edy J.J. Manalu menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM ini merupakan bentuk implementasi dan dukungan nyata pihak kepolisian terhadap program pemerintah pusat. Utamanya, program tersebut bertujuan untuk menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah hukum Polres Pematangsiantar, serta memastikan distribusi beras SPHP tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga Kecamatan Siantar Timur.
“Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini kami selenggarakan sebagai bentuk kepedulian serta langkah preventif untuk menjaga kestabilan harga pangan di tengah masyarakat, sekaligus mendistribusikan beras SPHP agar mudah diakses oleh warga Kecamatan Siantar Timur dengan harga yang terjangkau,” ujar IPTU Edy J.J. Manalu.
Untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, pihak panitia dari Polsek Siantar Timur menerapkan konsep penjualan langsung di tempat atau membuka stand on the road yang berlokasi di lapangan apel Mako Polsek Siantar Timur. Konsep ini dipilih agar warga dapat dengan mudah mendatangi lokasi tanpa harus melalui prosedur yang rumit.





