Menurut Aiptu Agus, pendekatan dialogis lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat dibandingkan sekadar memberikan peringatan tertulis.

Keberadaan petugas di area stasiun juga menimbulkan efek preventif terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk pencurian atau perkelahian. Petugas melakukan pengawasan terhadap kondisi sekitar, memastikan semua berjalan aman dan lancar. Warga yang ditemui menunjukkan respons positif terhadap kehadiran polisi, merasa lebih nyaman dan terlindungi selama menunggu kereta.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan patroli dialogis di Stasiun KA Lamongan ini menjadi bukti nyata sinergi Polri dengan masyarakat dalam menciptakan keamanan publik. Pendekatan humanis dan edukatif diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan warga terhadap kepolisian sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Dengan langkah-langkah ini, Polsek Lamongan Kota tidak hanya menegakkan keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan budaya sadar keamanan di masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan dilakukan secara rutin di lokasi-lokasi strategis lainnya, termasuk stasiun, terminal, dan area publik, untuk memastikan seluruh masyarakat Lamongan merasa aman, nyaman, dan terlindungi.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2