Benua Afrika (CAF) tak kalah menjanjikan dengan kehadiran Maroko, Mesir, Senegal, Ghana, Pantai Gading, Tunisia, Aljazair, hingga Afrika Selatan. Tanjung Verde juga mencatatkan debut bersejarah, mempertegas kebangkitan sepak bola Afrika yang semakin kompetitif.
Dari kawasan CONCACAF, selain tiga tuan rumah, Panama dan Haiti turut lolos, serta Curacao yang mencatat debut di Piala Dunia. Sementara Selandia Baru menjadi satu-satunya wakil dari Oseania (OFC).
Pembagian grup pun telah diumumkan dan langsung menyita perhatian publik. Grup-grup yang terbentuk menjanjikan laga-laga sengit, seperti Grup C yang mempertemukan Brasil dan Maroko, serta Grup L yang dihuni Inggris, Kroasia, Ghana, dan Panama. Sementara Grup J yang diisi Argentina, Aljazair, Austria, dan Yordania juga berpotensi menyajikan kejutan.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Piala Dunia 2026, peta kekuatan global mulai terlihat jelas. Format baru 48 tim membuka peluang bagi lebih banyak negara untuk tampil, sekaligus meningkatkan intensitas persaingan.
Ajang ini diprediksi akan menjadi salah satu edisi Piala Dunia paling kompetitif dan menarik dalam sejarah, dengan potensi lahirnya kejutan besar dan cerita heroik dari negara-negara debutan.





