BERITASIBER.COM | PAMEKASAN – Sebuah pesta kembang api yang digelar di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, berakhir tragis setelah seorang siswa berusia 18 tahun, yang dikenal dengan inisial RR, meninggal dunia akibat ledakan mercon pada malam Lebaran, Senin (31/3/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kejadian ini memicu tindakan tegas dari pihak kepolisian, yang berhasil menangkap delapan orang tersangka yang diduga terlibat dalam acara tersebut.

Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto, mengungkapkan bahwa para tersangka memiliki peran berbeda dalam penyelenggaraan pesta kembang api yang berlangsung dari pukul 15.30 WIB hingga 18.30 WIB.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 16 peserta yang secara bergantian menyalakan rangkaian kembang api. Namun, saat salah satu rangkaian berbentuk kereta api sepanjang 15 meter diledakkan, ledakan tersebut mengenai kepala RR, yang mengakibatkan ia terjatuh dan mengalami luka parah.

“Setelah diledakkan, kami menemukan salah satu penonton tergeletak dengan luka di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia,” jelas AKBP Hendra dalam konferensi pers di Polres Pamekasan, Senin (7/4/2025).

Delapan tersangka yang ditangkap terdiri dari berbagai usia dan latar belakang, termasuk ketua panitia acara, pengawas, serta individu yang menyumbang dana dan bahan untuk pesta kembang api.

Kedelapan tersangka yang berhasil ditangkap diantaranya berinisial AS (40), FH (26), AM (25), FAY (24), SA (39), ML (30), AN (27), dan AR (36). Masing-masing tersangka memiliki peran yang berbeda, mulai dari pengorganisasian hingga penyediaan bahan peledak.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2