BERITASIBER.COM | LAMONGAN -Kepolisian Resor Polres Lamongan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus kekerasan fisik terhadap anak yang terjadi di wilayah Kecamatan Bluluk. Kegiatan press release tersebut dipimpin langsung Kapolres Lamongan Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Kasat Reskrim dan Kasi Humas, Selasa sore (4/3/2026) di Ruang RTD Mapolres Lamongan.
Dalam pemaparannya, Kapolres menjelaskan bahwa kasus tersebut terjadi pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 02.10 WIB di Warung Kopi Cak Tingtong, Dusun Wareng RT 01 RW 001, Desa Songowareng, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan. Peristiwa bermula ketika sekelompok pemuda yang tergabung dalam rombongan patroli sahur melintas di depan rumah korban.
Tak lama berselang, suasana mendadak ricuh. Pelapor berinisial F.I.K. mendengar kegaduhan dari samping rumahnya yang merupakan lokasi warung kopi. Saat keluar, ia mendapati anaknya, C.A.F., menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pemuda. Korban dipukul, ditendang, bahkan diseret ke jalan raya. Upaya orang tua korban untuk melerai tidak membuahkan hasil.
Sebelum meninggalkan lokasi, salah satu terduga pelaku berinisial G diduga sempat berteriak bahwa pakaian yang dikenakan korban—bergambar atribut salah satu perguruan silat—menjadi pemicu ketersinggungan kelompok lain. Dugaan tersebut kini masih didalami penyidik sebagai bagian dari motif terjadinya tindak kekerasan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Lamongan bergerak cepat. Kurang dari 1×24 jam, tim gabungan yang berkoordinasi dengan Polsek Bluluk dan Polsek Sukorame melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi, korban, analisis rekaman CCTV, hingga profiling para terduga pelaku.
Hasilnya, pada Minggu malam sekitar pukul 19.30 WIB, sebanyak 13 pemuda berhasil diamankan. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya masih berstatus anak, yakni M.F., R.A.P., dan A.H., yang diduga terlibat langsung melakukan kekerasan dengan menarik hoodie serta memukul korban. Selain itu, dua orang dewasa berinisial A.M. dan G.P.P. juga diduga melakukan tindakan serupa dengan menarik jaket korban.





