“Kesulitan mungkin karena mitra bakti atau volunteer-nya sedikit, sehingga mobilitas dan lain-lain menjadi tantangan,” tambahnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan berbagai fitur dalam aplikasi pembaca layar (screen reader), khususnya untuk mendeskripsikan gambar, stiker, dan video.

“Sebenarnya, fitur-fitur ini sudah ada, tetapi banyak yang belum tahu cara menggunakannya. Pelatihan ini penting untuk mengeksplorasi fitur-fitur yang ada di Android, iPhone, dan platform lainnya,” jelas Rahmat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satu peserta tunanetra, Fera, mengungkapkan bahwa ia tidak mengalami kesulitan dengan screen reader terbaru.

“Untuk sementara ini tidak ada kendala, meskipun ada sedikit masalah dengan instalasi di HP saya karena Google proteksinya aktif,” ujarnya.

Fera menambahkan bahwa manfaat dari pelatihan ini sangat besar, terutama dalam mendeteksi gambar dan fitur-fitur baru yang lebih banyak dibandingkan dengan screen reader yang lama.

“Dengan pelatihan ini, diharapkan teman-teman tunanetra dapat lebih mandiri dan mampu bersaing di era digital yang semakin berkembang,” pungkas Fera.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan keterampilan digital tunanetra di Lamongan, sehingga mereka dapat lebih berdaya dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat yang semakin mengandalkan teknologi.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2