Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menjelaskan bahwa penetapan harga BBM non-subsidi mengacu pada rata-rata publikasi harga minyak internasional, seperti Argus dan Mean of Platts Singapore (MOPS), serta mempertimbangkan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Menurutnya, faktor-faktor tersebut menjadi dasar utama dalam menentukan harga jual BBM di dalam negeri.

“Pertamina terus berupaya menjaga agar harga BBM non-subsidi, khususnya produk Pertamax Series dan Dex Series, tetap kompetitif dan sejalan dengan dinamika pasar global,” ujar Roberth dalam keterangan resminya.

Selain penyesuaian harga, Pertamina juga menghadirkan berbagai program promo dan penawaran menarik bagi konsumen melalui aplikasi MyPertamina. Program ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendorong penggunaan layanan digital Pertamina.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dengan kebijakan penyesuaian harga yang adaptif dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat, Pertamina berkomitmen untuk terus menyediakan energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2