Selain isu perundungan, Aiptu Sarmadi juga memberikan peringatan keras mengenai bahaya narkoba. Ia menjelaskan bahwa narkoba merupakan musuh bersama yang menyasar generasi muda.

“Narkoba adalah pintu gerbang menuju kehancuran masa depan. Sekali mencoba, dampaknya akan merusak kesehatan fisik hingga ketergantungan yang berujung pada konsekuensi pidana. Sebagai generasi penerus, kalian adalah aset bangsa yang harus dijaga dari jeratan barang haram ini,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pada bagian akhir materi, Aiptu Sarmadi menyoroti pentingnya rasa nasionalisme di tengah keberagaman Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan di pondok pesantren, ia mengajak para siswa untuk mengedepankan sikap toleransi dan moderasi beragama sebagai pilar utama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia berharap para santri dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan pesan perdamaian di lingkungan masyarakat.

Salah satu bagian menarik dari kegiatan ini adalah sesi tanya jawab. Aiptu Sarmadi memberikan ruang seluas-luasnya bagi para siswa untuk bertanya, baik mengenai materi yang disampaikan maupun permasalahan hukum secara umum yang mereka temui di kehidupan sehari-hari. Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi, dengan berbagai pertanyaan kritis yang dilontarkan terkait pencegahan kenakalan remaja dan peran kepolisian dalam menjaga keamanan.

Pihak sekolah melalui perwakilan guru menyambut baik kegiatan ini. Kehadiran anggota kepolisian di tengah santri dirasa sangat efektif dalam memberikan edukasi langsung yang bersifat persuasif dan edukatif.

Polsek Solokuro berkomitmen untuk terus rutin menyambangi lembaga pendidikan di wilayahnya, guna memastikan generasi muda di Kecamatan Solokuro tumbuh menjadi individu yang cerdas, berakhlak mulia, dan sadar hukum.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2