Perpustakaan ini terletak di area masjid dan makam Sulthonul Auliyah Syech Abdul Qadir Jailani dan merupakan salah satu perpustakaan tertua dan terpenting yang masih bertahan di Baghdad.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Perpustakaan yang didirikan oleh Abu Said al-Mubarak al-Mukharami ini menyimpan sekitar 68 ribu kitab dari berbagai disiplin ilmu. Meskipun sempat mengalami kerusakan akibat konflik antara Safawiyah dan Ottoman pada tahun 1623 M, koleksi perpustakaan ini berhasil diselamatkan dan direnovasi oleh presiden pertama Irak pada masa modern.

“Di perpustakaan Al Qodiriyah ini masih tersimpan sekitar dua ribu naskah yang belum dicetak dan masih berbentuk manuskrip. Semua tersimpan sangat rapi dan terawat dengan katalog yang sistematis, sehingga mudah dicari jika dibutuhkan,” jelas Khofifah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ratusan ribu orang mengunjungi perpustakaan ini setiap tahunnya. Masyarakat Baghdad dan Irak sangat betah menghabiskan waktu di perpustakaan ini, menunjukkan bahwa budaya literasi masyarakat Irak tetap terjaga.

Hal ini juga membuktikan bahwa Baghdad masih mempertahankan nilai-nilai dan tradisi sebagai pusat peradaban dan kebudayaan Islam.

“Kesadaran masyarakat Irak untuk menjaga dan melestarikan budaya cinta ilmu sangat patut diteladani. Kemajuan ilmu yang berkembang di Irak dan menarik ilmuwan dari berbagai belahan dunia untuk belajar di sini membuktikan bahwa Baghdad menjadi pusat peradaban di masa lampau, dan hingga kini kitab-kitab di sana masih terjaga dan terawat dengan baik,” pungkas Khofifah.(bs)

 

Editor : Achmad Bisri

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2