“Jika sudah terbangun hubungan emosional yang baik, masyarakat akan lebih leluasa menyampaikan informasi atau kendala sekecil apa pun yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing. Inilah yang kita sebut dengan memperkuat Sabuk Kamtibmas, di mana polisi dan masyarakat adalah satu kesatuan dalam menjaga ketertiban,” tegasnya.
Kegiatan nobar yang berlangsung hingga pertandingan berakhir tersebut berjalan dengan tertib dan kondusif. Warga yang hadir pun memberikan apresiasi positif terhadap langkah kreatif dari Polsek Solokuro. Bagi masyarakat, momen ini menjadi kesempatan berharga untuk lebih mengenal sosok polisi yang bertugas menjaga wilayah mereka di luar konteks penegakan hukum formal.
Ke depan, Polsek Solokuro berencana untuk terus melakukan berbagai kegiatan inovatif yang melibatkan partisipasi masyarakat luas. Hal ini dilakukan demi memperkokoh citra Polri sebagai institusi yang humanis, responsif, dan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.
Melalui pendekatan “Polisi Humanis”, Polsek Solokuro berupaya memastikan bahwa keamanan wilayah tidak hanya dicapai melalui tindakan tegas penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan preventif yang membangun kepercayaan publik (public trust).
Dengan hubungan yang saling percaya dan saling mendukung, diharapkan situasi Kamtibmas di Kecamatan Solokuro tetap terjaga dengan baik, menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi seluruh warga.






