JAKARTA, BeritaSiber.com – Ancaman judi online di ruang digital Indonesia masih menjadi sorotan serius pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat sebanyak 5,15 juta konten negatif telah ditangani sepanjang 20 Oktober 2024 hingga 11 September 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,03 juta konten berkaitan dengan perjudian online.
Angka fantastis ini menunjukkan bahwa pemberantasan judi online masih menjadi pekerjaan besar di tengah derasnya arus informasi dan aktivitas masyarakat di internet.
Judi online bukan sekadar persoalan situs yang dapat diblokir. Promosi melalui media sosial, penyebaran tautan, hingga transaksi keuangan menjadi bagian dari ekosistem yang terus diawasi pemerintah.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa upaya pemberantasan tidak cukup hanya dengan memutus akses atau menghapus konten. Pemerintah juga berupaya mempersempit jalur transaksi dan aliran dana yang menopang aktivitas perjudian daring.
Sepanjang 2025, Komdigi menangani sebanyak 2.087.109 konten judi online. Sebagian besar berasal dari situs web dan alamat IP, dengan jumlah mencapai 1.809.358 konten.
Penanganan juga menyasar berbagai platform digital. Tercatat 92.322 konten berasal dari Meta, 43.475 dari Google dan YouTube, 16.526 dari X, 1.882 dari Telegram, serta 1.166 dari TikTok.
Data tersebut memperlihatkan bahwa penyebaran konten judi online menjangkau beragam kanal digital. Tantangannya bukan hanya menemukan dan menghapus konten, tetapi juga mencegah kemunculan kembali promosi serupa.
Komdigi memperkuat pengawasan terhadap penyelenggara platform digital melalui Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN).
Dalam periode Februari 2025 hingga 11 September 2026, sebanyak 358 batch aduan yang mencakup 1.801 URL telah ditangani melalui mekanisme tersebut.
Pemerintah menilai keberhasilan pemberantasan judi online tidak cukup diukur dari banyaknya konten yang dihapus. Penurunan paparan perjudian, semakin terbatasnya akses, berkurangnya transaksi, serta pencegahan kerugian masyarakat juga menjadi indikator penting.





