Namun, bukan berarti UMKM tidak dapat bertahan dalam era disrupsi AI. Pemerintah dan pelaku usaha harus berkolaborasi dalam menyediakan akses pelatihan teknologi, pendampingan digitalisasi, serta dukungan finansial agar UMKM dapat mengadopsi teknologi secara bertahap.

AI seharusnya dilihat sebagai peluang untuk mengembangkan inovasi bisnis, memperluas pasar, dan menciptakan produk-produk baru yang relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kesimpulannya, tantangan yang dihadapi UMKM dalam era disrupsi AI sangat kompleks. Selain perlu menghadapi transformasi teknologi, mereka juga harus merespons perubahan perilaku kelas menengah yang menjadi target pasar utama mereka.

Agar UMKM tetap bisa bertahan dan berkembang, sinergi antara pemerintah, swasta, dan UMKM sendiri dalam adopsi teknologi menjadi kunci keberhasilan.

Oleh : DR Abid Muhtarom,SE.,MSE ( Dekan fakultas ekonomi dan bisnis UNISLA / wakil ketua Ansor kabupaten Lamongan)

Editor : Achmad Bisri

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com 

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2