BERITASIBER.COM | YOGYAKARTA – Perkembangan pergaulan di era globalisasi tidak hanya mengarah pada pergaulan yang positif namun juga ke arah negatif. Positif karena pergaulan menjadi makin dinamis dengan cakupan yang luas tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu, negatif karena pergaulan sekarang ini mengarah pada pergaulan bebas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bahkan sebebas-bebasnya, hingga sekarang ini selain muncul fenomena kehamilan remaja, juga muncul fenomena LGBT atau Lesbi, Gay, Bisex dan Transgender. Fenomena ini harus diwaspadai semua pihak karena bisa merusak tatanan kehidupan masyarakat apalagi itu jelas-jelas melanggar norma agama.

Fenomena LGBT sebenarnya sudah dikenal sejak lama,artinya bahwa perilaku penyimpangan tersebut sudah tidak sembunyi-sembunyi lagi dimasyarakat. Diakui ada sebagian masyarakat yang pro dan kontra tergantung dari sudut pandang masing-masing orang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Bila saat ini kembali marak disekitar lingkungan kita, maka dapat dikatakan bahwa masyarakat kita yang majemuk ini juga memiliki penilaian bermacam-macam, ada yang merasa khawatir dengan perilaku menyimpang tersebut. Karena tentu akan mempengaruhi dan meracuni mental anak-anak sebagai generasi muda, namun ada juga yang berpola pandang sebaliknya, bahwa hal tersebut sudah biasa seperti halnya budaya bangsa-bangsa lain,” kata Pengamat Sosial dan Pariwisata, Dr. Damiasih,MM., M.Par., CHE., CGSP, Selasa (25/6/2024).

Lebih lanjut kata Damiasih, budaya bangsa lain yang menganggap itu hal biasa, seakan merasa bahwa itulah hidup di era modern. Ketidakakuran persepsi masyarakat terhadap fenomena inilah, yang akan mengganggu image bangsa kita, yang sudah dibangun oleh para pendahulu kita.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2