Diterangkan oleh peternak muda asal Solokuro, bahwa hingga kini sudah ada 50 petani yang bergabung dalam P4S. Dengan mayoritas anggota dari kalangan milenial. Dalam pertemuan rutin setiap satu bulan sekali, P4S Solokuro telah menghasilkan inovasi kebun melon, pupuk kompos, pupuk cair, dan beberapa pelatihan tana ternak lainnya.
“Kita fokuskan untuk menyusun materi per bidangnya, agar pelatihan dapat rutin dilaksanakan. Sehingga inovasi semakin beragam yang kamu hasilkan,” terangnya.
Seperti yang dikatakan Ketua P4S Kecamatan Sambeng Tomi Distianto, bahwa regenerasi petani sangat dibutuhkan terutama pada pengembangan edufarm agar solutif dalam menghadapi permasalahan pertanian kedepan.
“Kegiatan pembelajaran dibidang pertanian sangat membutuhkan kehadiran milenial sebagai regenerasi petani dimasa depan. Saat ini P4S Sambeng rutin mengadakan pelatihan bersama Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang berkolaborasi dengan IPB,” kata Tomi.
Selanjutnya Tomy memaparkan hal-hal yang menjadi kegiatan utama di P4S Sambeng yakni, Bank Literasi (Bank Tabungan Limbah Peternakan bersama Asuransi ternak), pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik, produksi media tanam literasi, budidaya ternak sapi potong, dan pengolahan biogas serta bioslurry.





