“Tantangan ini tidak bisa ditangani pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi dengan dunia usaha dalam pengelolaan limbah cair, sampah, dan limbah B3,” tegasnya.
Asisten Manajer Laboratorium Lingkungan PT DESI, Farid, mengungkapkan bahwa fasilitas baru ini memiliki 162 parameter uji yang sudah terakreditasi, meliputi COD, pH, Alkalinity, AOX, TOX, dan berbagai parameter kualitas air, udara, serta tanah.
Selain itu, PT DESI juga bekerja sama dengan laboratorium eksternal seperti PPLI untuk melengkapi parameter uji yang belum tersedia.
“Kami menyediakan layanan uji air sungai, air limbah, air sumur pantau, uji tanah, serta uji baku mutu kegiatan industri fisik dan kimia. Termasuk juga uji pengolahan dan pemanfaatan limbah B3 sebagai Alternative Fuel (AF) dan Alternative Material (AM),” jelas Farid.
Dengan adanya laboratorium lingkungan ini, diharapkan masyarakat dan pelaku usaha di Lamongan semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah dan transparansi data lingkungan.
Pemkab Lamongan optimistis, kolaborasi dengan sektor swasta seperti PT DESI akan memperkuat langkah menuju Lamongan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.(Bs).





