Rencana pembangunan ini juga membawa pesan simbolis yang kuat mengenai penataan ruang kota Jakarta yang inklusif. Dalam acara yang dihadiri sekitar 58 ribu jemaah tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pusat kota harus mencerminkan identitas bangsa yang religius, bukan sekadar etalase komersial.

“Di Bundaran HI jangan hanya ada hotel mewah. Jangan hanya ada mal. Nanti akan ada gedung yang diperuntukkan bagi lembaga-lembaga umat Islam,” tegas Presiden Prabowo.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lokasi gedung yang berdampingan dengan Jalan Thamrin dan Hotel Grand Hyatt ini akan dirancang secara vertikal setinggi 40 lantai oleh Kementerian Agama untuk menampung berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam serta instansi terkait lainnya.

Agenda pengumuman ini menjadi bagian dari acara bertajuk “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”. Selain membahas infrastruktur, momen ini juga menunjukkan kepedulian sosial dengan penyaluran bantuan rehabilitasi tiga masjid serta donasi perbaikan 500 rumah guru mengaji dan marbot di wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden ke-10 RI Jusuf Kalla, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, serta tokoh-tokoh dari pondok pesantren se-Jabodetabek, menandai dukungan luas terhadap visi besar penyatuan kekuatan umat di jantung Jakarta.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2