LAMONGAN — Polsek Sarirejo, Polres Lamongan, mengintensifkan patroli malam melalui kegiatan Blue Light Patrol sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Patroli yang digelar di wilayah hukum Polsek Sarirejo tersebut menyasar sejumlah titik yang dinilai membutuhkan pemantauan, termasuk lokasi rawan kriminalitas dan potensi gesekan antarperguruan silat, Minggu (16/8/2026) malam.
Kapolsek Sarirejo Iptu Moch. Sokep, S.H., mengatakan patroli Blue Light merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk mencegah gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih besar.
“Kami meningkatkan patroli pada malam hari, khususnya di lokasi yang rawan gangguan kamtibmas. Anggota juga melakukan pendekatan kepada masyarakat dan pemuda yang masih berkumpul agar bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan segera kembali ke rumah,” ujar Iptu Moch. Sokep.
Patroli dilaksanakan mulai sekitar pukul 23.10 WIB hingga selesai dengan melibatkan dua anggota jaga Polsek Sarirejo. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran patroli yakni Jalan Raya Desa Gempol Tukmloko, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan.
Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan pemantauan menggunakan kendaraan dinas, tetapi juga melakukan koordinasi dan pendekatan secara langsung kepada masyarakat. Petugas menyambangi pemuda maupun tokoh masyarakat yang masih terlihat berkumpul untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Masyarakat yang masih beraktivitas pada waktu larut malam diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Pemuda yang tidak memiliki kepentingan mendesak juga diarahkan untuk segera kembali ke rumah masing-masing.
Pendekatan tersebut dilakukan dengan mengedepankan komunikasi yang humanis. Kepolisian berharap pesan yang disampaikan dapat diterima masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap keamanan lingkungan.
Kapolsek Sarirejo menjelaskan, kehadiran polisi di tengah masyarakat pada jam rawan juga memiliki fungsi pencegahan terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas.
“Patroli malam kami arahkan ke lokasi yang dianggap rawan kejahatan konvensional, termasuk jalan yang kondisinya rusak maupun minim penerangan. Kami melakukan pemantauan dan standby di titik-titik tersebut untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam patroli tersebut, personel juga mengantisipasi tindak pidana curas, curat dan curanmor, serta berbagai gangguan kamtibmas lainnya. Pemantauan dilakukan dengan memperhatikan aktivitas masyarakat maupun kondisi lingkungan yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Selain mengantisipasi kriminalitas, salah satu fokus utama patroli adalah mencegah potensi gesekan antarperguruan silat. Personel melakukan pemantauan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadi pertemuan atau berkumpulnya kelompok pemuda.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk deteksi dini, terutama pada malam hari ketika aktivitas kelompok pemuda masih dapat ditemukan di sejumlah lokasi.
“Kami terus mengingatkan seluruh masyarakat, termasuk para pemuda dan anggota perguruan silat, agar tidak mudah terprovokasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Perbedaan perguruan jangan sampai menjadi alasan terjadinya konflik,” tegas Iptu Moch. Sokep.
Menurutnya, menjaga kondusivitas wilayah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, keluarga dan seluruh warga.





