Khofifah menjelaskan bahwa pasar murah ditempatkan di lokasi yang tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Langkah ini dilakukan agar tidak mengganggu ekosistem perdagangan yang sudah berjalan, sekaligus memastikan manfaat program tepat sasaran.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan pasar murah dilakukan secara berkelanjutan dan bersinergi dengan program serupa yang dilaksanakan pemerintah kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur. Dengan wilayah yang luas, kolaborasi antar pemerintah daerah menjadi kunci untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Sembako di Jawa Timur dalam kondisi aman. Yang perlu kita jaga adalah keterjangkauan harganya, sehingga daya beli masyarakat tetap terpelihara,” pungkasnya.

Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Mutmainnah, warga Kecamatan Deket, menyebut harga kebutuhan pokok yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan di pasaran.

Sementara itu, warga lainnya, Khusnul, menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Khofifah yang tidak hanya menghadirkan pasar murah, tetapi juga memberikan bantuan pangan gratis.

Menurut warga, program ini sangat membantu, terutama menjelang kebutuhan yang meningkat di awal tahun dan menjelang Ramadan.

“Kalau bisa sering dilaksanakan kegiatan pasar murah karena

“Terimakasih bu Khofifah, kalau bisa sering dilaksanakan kegiatan pasar murah seperti ini karena sangat membantu sekali. Semoga di bulan ramadhan diadakan lagi ya bu Khofifah,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2