BERITASIBER.COM | LUMAJANG – Ketua DPD Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PTPN XI Drs. H. Suigsan, MM., menyampaikan kebijakan Presiden Prabowo Subianto membuka kran import gula membuat cemas para petani, mengingat gula dari luar yang peruntukannya memenuhi kebutuhan makanan dan minuman jika masuk pasaran akan merusak harga pasar.
Bila penyampai kebebasan itu siapapun boleh import tidak tergantung pada satu orang atau organisasi dan hanya ada pembatasan kuota maka petani akan tetap optimistis untuk menanam tebu di musim tanam berikutnya. Masyarakat petani mulai optimis lagi menanam tebu setelah melihat hasil penjualan di tahun sebelumnya.
Suigsan selalu Ketua APTRI PTPN XI menyampaikan kekhawatiran petani tebu juga ditopang hingga menjelang musim tebang 2025 yang kisaran kurang satu bulan seperti di Pabrik Gula (PG) Djatiroto, PG Semboro belum ada ketentuan dari pemerintah soal Harga Pokok Produksi (HPP), ketentuan itu diharapkan minimal mencapai Rp 14.500 perkilogram seperti tahun sebelumnya atau bisa dinaikkan jika melihat dasar semua kebutuhan pokok yang ada kenaikan dan gaji PNS naik.
“Kami berharap HPP ada kenaikan dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 14.500 perkilogram dasarnya kebutuhan bahan pokok naik bahkan gaji PNS naik,” kata pria yang akrab dengan media. Senin (21/04/2025).





