Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa hingga saat ini bantuan tanggap darurat yang telah disalurkan pemerintah mencapai Rp100,48 miliar. Bantuan tersebut berupa logistik, kebutuhan dasar, serta layanan darurat bagi masyarakat terdampak.
Selain bantuan logistik, pemerintah juga menyalurkan santunan ahli waris sebesar Rp15 juta per orang. Untuk mendukung pemulihan ekonomi keluarga, disiapkan bantuan tunai Rp3 juta per keluarga bagi penerima hunian sementara maupun hunian tetap, bantuan ekonomi produktif sebesar Rp5 juta per keluarga, serta bantuan tambahan lauk-pauk senilai Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan.
Dari sisi distribusi, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari memastikan penyaluran logistik berjalan optimal. Tingkat distribusi di setiap posko dilaporkan telah melampaui 80 persen, dengan prinsip logistik tidak menetap lebih dari 2×24 jam.
Untuk dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga, pemerintah akan menerapkan mekanisme jemput bola melalui bank-bank Himbara. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap bantuan tanpa hambatan administratif.
Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah optimistis pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.






