Tobing menjelaskan, sosialisasi keselamatan berlalu lintas akan terus digencarkan selama operasi berlangsung. Masyarakat pun diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Selain itu, masyarakat juga diminta agar menggunakan kendaraan sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Hal itu penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Terlebih, angka kecelakaan di Sidoarjo juga terbilang tinggi. Sehingga Operasi Keselamatan Semeru diharapkan dapat menekan jumlah insiden yang terjadi.

“Masyarakat kami minta untuk menghindari penggunaan knalpot brong dan selalu pakai helm berstandar SNI. Ini semua demi keselamatan kita bersama,” jelas Tobing.

Imbauan serupa juga disampaikan Plt Bupati Sidoarjo, Subandi. Dia meminta agar pengendara bisa mematuhi berbagai rambu lalu lintas yang ada.

Hal itu tidak hanya untuk keselamatan diri pengendara sendiri, namun juga bagi keselamatan orang lain.

“Pakailah helm dan tidak berboncengan lebih dari dua orang. Jika aturan ini diikuti, insyaallah keselamatan di jalan akan lebih terjaga,” katanya.

Subandi juga meminta agar pengendara melengkapi surat-surat berkendara, khusunya Surat Izin Mengemudi (SIM). Nah, bagi yang belum memiliki agar segera mengurusnya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bagi anak-anak kita yang belum memiliki SIM, kami imbau dan minta jangan mengendarai kendaraan,” imbau Subandi.(lukman)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2