“Kehadiran saya mungkin tidak bisa mutar-mutar rumahnya orang lain, tapi kerumah beliau-beliau ini saya berharap bisa membawa suasana lebaran bagi beliau dengan kehadiran saya bersama keluarga dan mendoakan beliau supaya sehat”, sambung Mas Ipin.
Menurut Ketua RT setempat, Bu Atun hidup sebatang kara, sudah tidak ada sanak keluarga. Sebenarnya ada adiknya, namun belum genap 40 hari lalu meninggal dunia, sehingga sekarang posisinya menjadi sebatang kara.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup Bu Atun dibantu warga sekitar semampunya. “lingkungan membantu beliau untuk memenuhi kebutuhan keseharian. Namun itu juga semampu warga,” kata Rahadian Ketua RT. 10 RW. 3 Ngantru, Trenggalek.
Alhamdulillah, sambung pria yang akrab disapa Dian itu, sudah ada kunjungan pak bupati. Beberapa waktu lalu juga sudah ada kunjungan dari Dinas Sosial saat almarhum adiknya Bu Atun masih ada. Karena ternyata yang terdata di Dinsos itu almarhum adiknya.
“Dan baru kita tahu beliau ini belum punya data kependudukan. Baru setelah adiknya meninggal kemarin kita bersama kelurahan berkomunikasi dengan Dukcapil dan akhirnya Dukcapil melakukan perekaman,” terang Dian.
Sekarang beliau sudah punya data kependudukan, harapannya semoga bisa juga di cover oleh pemerintah daerah juga untuk kebutuhan hidupnya, tutupnya.
Editor : Achmad Bisri





