“Kami berharap pinjaman di bawah Rp100 juta ini betul-betul bisa dimanfaatkan teman-teman ekonomi kreatif untuk mengembangkan usahanya dan dimudahkan oleh Bank Himbara,” tegasnya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif, Komisi VII DPR RI bersama Bank Himbara juga terus memberikan perhatian terhadap optimalisasi penyaluran KUR. Pengawasan dilakukan untuk memastikan program pembiayaan pemerintah berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta benar-benar menjangkau pelaku usaha yang membutuhkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bahkan, Komisi VII DPR RI saat ini tengah menjalankan Panitia Kerja (Panja) KUR yang berfokus pada pengawasan penyaluran kredit oleh perbankan. Melalui langkah tersebut, diharapkan tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan program dan masyarakat memperoleh kesempatan yang lebih baik untuk mengakses pembiayaan.

Ning Nila juga mengingatkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya mengandalkan dukungan modal. Perlindungan merek, penguatan identitas produk, peningkatan kualitas, inovasi, dan strategi pemasaran juga menjadi faktor penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Karena itu, dirinya berkomitmen melanjutkan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui penyusunan roadmap atau peta jalan pengembangan ekonomi kreatif. Langkah tersebut bertujuan memetakan potensi unggulan daerah yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipromosikan hingga tingkat nasional.

Pemetaan potensi itu nantinya dilakukan bersama pemerintah daerah dan dinas terkait. Hasilnya diharapkan menjadi dasar penyusunan program pengembangan ekonomi kreatif yang lebih terarah, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha.

“Kolaborasi ini tidak hanya sampai hari ini. Kita akan menyusun roadmap, memetakan potensi-potensi yang layak dibawa ke tingkat pusat, dan menyiapkan dokumennya bersama pemerintah daerah. Insyaallah hasilnya bisa dinikmati masyarakat Kabupaten Lamongan,” jelasnya.

Melalui penguatan akses KUR, perlindungan kekayaan intelektual, serta penyusunan peta jalan pengembangan ekonomi kreatif, Ning Nila berharap pelaku usaha di Lamongan semakin percaya diri untuk naik kelas.

Ia optimistis, apabila potensi lokal didukung pembiayaan dan pendampingan yang tepat, ekonomi kreatif dapat menjadi sektor unggulan yang memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2