LAMONGAN, BeritaSiber.com – Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian serta perikanan Indonesia. Melalui penerapan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT), petani dan petambak kini dapat mengelola usaha budidaya secara lebih modern, terukur, dan efisien.
Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Viada Hafid, saat menghadiri kegiatan Panen Raya di Desa Labuhan, Brondong, Kabupaten Lamongan, Selasa (3/11). Ia menyebutkan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan telah memberikan kontribusi sebesar 12,61 persen terhadap perekonomian nasional. Potensi tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Meutya, metode pertanian dan budidaya konvensional perlu mulai diperkuat dengan inovasi teknologi agar hasil produksi semakin optimal dan mampu bersaing di pasar internasional. Salah satunya melalui AIoT, teknologi yang memadukan sensor, konektivitas internet, dan kecerdasan buatan untuk memantau sekaligus mengendalikan kondisi lahan maupun tambak secara lebih akurat.
Ia menegaskan, keberhasilan transformasi digital tidak cukup hanya dengan menghadirkan perangkat teknologi. Lebih dari itu, teknologi harus benar-benar dapat diakses, dimanfaatkan, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama petani dan petambak di daerah.
Meutya menjelaskan terdapat tiga aspek penting dalam penerapan digitalisasi, yakni terhubung, tumbuh, dan terjaga. Terhubung berarti tersedianya konektivitas yang memadai, tumbuh menunjukkan pemanfaatan teknologi untuk kegiatan produktif, sedangkan terjaga menekankan pentingnya edukasi serta pemeliharaan perangkat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sejumlah manfaat penerapan AIoT mulai dirasakan oleh para pelaku budidaya di Lamongan. Salah satunya Karno, petambak yang telah menggunakan bantuan perangkat teknologi tersebut. Meski belum genap satu tahun pemanfaatan, ia mengaku kualitas pertumbuhan ikan mengalami peningkatan. Pasokan oksigen lebih terkontrol, kondisi ikan lebih sehat, nafsu makan meningkat, bobot ikan bertambah, serta tingkat kematian dapat ditekan.
Manfaat serupa juga dirasakan Mia Oktavia, salah satu petambak perempuan di Lamongan. Menurutnya, penggunaan AIoT membuat aktivitas pemantauan tambak menjadi jauh lebih praktis. Jika sebelumnya ia harus mendatangi tambak dua hingga tiga kali sehari, kini pengecekan dapat dilakukan cukup sekali karena sejumlah parameter dapat dipantau dari rumah.





