Melalui teknologi tersebut, Mia dapat mengetahui kondisi pH dan salinitas air, memantau kebutuhan oksigen, serta menjaga kestabilan pemberian pakan. Efisiensi waktu dan tenaga menjadi keuntungan tersendiri, terutama bagi perempuan yang juga memiliki aktivitas lain di luar kegiatan budidaya.

Penerapan teknologi digital tidak hanya menyasar sektor perikanan. Mat Eskan, petani melon di Lamongan, turut merasakan kemudahan melalui penggunaan smart fertigation. Sistem ini mengintegrasikan irigasi dan pemupukan otomatis berdasarkan kebutuhan tanaman.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dengan perangkat tersebut, ia dapat memantau tingkat keasaman tanah dan kandungan air secara lebih terukur. Pengambilan keputusan yang sebelumnya banyak mengandalkan perkiraan atau intuisi kini dapat dilakukan berdasarkan data aktual, sehingga pengelolaan tanaman menjadi lebih presisi.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyambut positif penerapan teknologi digital di sektor pertanian dan perikanan budidaya. Ia menilai inovasi tersebut dapat menjadi daya tarik bagi generasi muda, khususnya kalangan milenial, untuk terlibat dalam dunia pertanian dan perikanan yang selama ini kerap dianggap identik dengan pekerjaan konvensional.

Menurutnya, kemudahan pengelolaan usaha melalui dukungan teknologi dapat mengubah pandangan generasi muda terhadap sektor tersebut. Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap pemanfaatan AIoT terus diperluas agar mampu mendorong produktivitas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan perikanan.

Transformasi digital ini diharapkan tidak berhenti pada penggunaan perangkat teknologi semata, tetapi menjadi fondasi bagi lahirnya ekosistem pertanian dan perikanan modern yang lebih produktif, inklusif, dan memiliki daya saing hingga pasar global.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2