Lebih lanjut, Kepala Kemenag Kabupaten Lamongan menyayangkan adanya peristiwa guru gebrak meja yang terjadi di MAN 1 Lamongan.

Pasca kejadian tersebut, Kepala Kemenag Lamongan mengingatkan kepada seluruh lembaga pendidikan dibawah naungan Kementerian Agama untuk lebih teliti dan bekerja sesuai dengan SOP agar kejadian serupa tak kembali terulang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran kita bersama untuk tidak terulang kembali, sehingga yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan pelayanan yang baik untuk putra putri kita bisa masuk ke PTN dengan baik dan lancar tidak dengan cara-cara yang kurang etis,” jelasnya.

Muhlisin menjelaskan, kejadian seperti ini memang tidak hanya terjadi MAN saja tapi juga ada sekolah lain. Meski begitu hal ini bisa menjadi pelajaran penting bagi semua untuk memberikan pelayanan bagi peserta didik.

Sementara untuk data Eligible 22 siswa MAN 1 Lamongan yang tidak bisa masuk dalam sistem PPDS sebagai syarat pendaftaran jalur SNBP masih menunggu hasil pelimpahan dari pihak sekolah.

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2