Lebih lanjut, Jairi menekankan bahwa strategi komunikasi Golkar harus bergeser ke platform digital yang lebih dekat dengan generasi muda. Media sosial, konten kreatif, hingga ruang diskusi interaktif dinilai lebih efektif ketimbang forum formal yang kaku.

“Generasi Z butuh ruang berekspresi, bukan sekadar mendengar ceramah politik. Golkar harus berani adaptif agar tidak ditinggalkan,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dorongan ini menjadi refleksi penting bagi Golkar di tengah perubahan lanskap politik nasional. Dengan sejarah panjang sebagai partai berpengalaman, Golkar dituntut tidak hanya mengandalkan nostalgia, tetapi juga menghadirkan ide-ide segar, inovasi program, dan keberanian melibatkan generasi muda.

Dengan terpilihnya kembali R.M Hardi Usodo sebagai Ketua DPD, Musda XI Golkar Kota Blitar diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus awal transformasi partai beringin agar tetap relevan di era politik yang semakin dikuasai oleh generasi milenial dan Gen Z.(**)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2