Di sisi lain Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muchlas MT menjelaskan Betrik 1912 ini hasil dari salah satu riset hilirisasi yang dilakukan oleh UAD sejak 2018 yang bekerja sama dengan Pemkot Jogja – Dinas Perhubungan.
Betrik 1912 sebagai riset hilirisasi UAD merupakan upaya UAD dalam mendukung gerakan ramah lingkungan. Di mana Betrik ini merupakan motor Direct Current (DC) yang digerakkan oleh baterai kering.
“Baterai maupun motor yang dipakai telah melalui riset, sehingga daya yang digunakan atau dikonsumsi cukup efisien. Sehingga becak ini nanti tidak perlu terlalu banyak di charger,” ungkapnya.
Ke depan akan dibangun tempat pengisian daya yang berlokasi di halaman Hotel SM, Jl. KH. Ahmad Dahlan, Kota Yogyakarta. Saat ini sudah dilakukan riset untuk membuat stasiun pengisian itu. Untuk efisiensi waktu, pengisian baterai dari 0 persen sampai penuh dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam.
Gerakan ini mendapat respon positif dari Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan. Bahkan dia turun langsung mengemudikan Betrik 1912, dengan penumpang awal adalah Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto.
“Harapan kami becak di sini isinya juga orang dari Jogja. Jadi ekonomi di Kota Jogja bisa berputar,” tutur Wawan yang menyebut ruang-ruang ekonomi di Kota Jogja didominasi oleh pelaku ekonomi dari luar kota, bahkan luar negeri.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Direktur Syariah dan Sustainability Bank Danamon Herry Hykmanto. Dana CSR yang disalurkan melalui Muhammadiyah diharapkan dapat memicu peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kami merasa bangga bisa bekerja sama dengan Muhammadiyah untuk berdampak dan membantu banyak pihak,” katanya.
Hadir dalam acara ini perwakilan dari RS PKU Kota Jogja, UAD, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, serta perwakilan dari Direksi Hotel SM.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





