“Kepala harimau mencerminkan tekad kami agar Indonesia menjadi macan dunia. Sementara padi dan kapas adalah lambang kedaulatan pangan dan sandang dua elemen dasar kesejahteraan rakyat,” jelas Aditya.
Dia juga menekankan bahwa PRI bukan sekadar partai politik, tapi wadah perjuangan masyarakat lintas profesi dan latar belakang.
“Mari jadikan PRI sebagai rumah rakyat, rumah anak yatim, rumah aktivis, rumah para ulama dan ormas, rumah politisi yang ingin berjuang demi Indonesia Maju bersama Presiden Prabowo Subianto,” serunya.
Deklarasi yang Sarat Simbol dan Kehangatan Rakyat
Berbeda dari deklarasi partai kebanyakan, PRI menampilkan kekayaan budaya dan kearifan lokal dalam peluncurannya. Disajikan delapan jenis makanan tradisional seperti tumpeng, sate ayam, ayam ingkung, gethuk, hingga jajanan pasar yang semuanya mencerminkan keanekaragaman rasa dan budaya Indonesia.
Tak hanya itu, delapan jenis bunga juga turut menghiasi lokasi acara dari melati hingga sedap malam, menciptakan suasana sakral yang mengakar pada tradisi.
“Kami ingin PRI hadir tidak hanya dalam wacana politik, tapi juga dalam denyut kehidupan sehari-hari rakyat,” ujar Nazaruddin.
PRI: Jalan Baru Menuju Indonesia Emas 2045
Dengan deklarasi ini, Partai Rakyat Indonesia resmi menjadi pemain baru dalam peta politik nasional. Mengusung semangat nasional-religius, berkomitmen terhadap program pembangunan Presiden Prabowo, dan berjanji menjadi pelayan rakyat kecil, PRI membawa visi besar: mengantar Indonesia menuju kejayaan di tahun emas 2045.(*)





