Suasana peringatan Maulid Nabi semakin mengharukan dengan hadirnya Alifah, siswi tunanetra kelas 2 MI SDLB yang tampil melantunkan qiraah dan salawat Nabi dengan suara merdu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kehadirannya menjadi pusat perhatian sekaligus inspirasi bagi seluruh siswa.

“Mengundang adik Alifah adalah bentuk motivasi bagi anak-anak, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan mendekatkan diri kepada Allah,” terang Nanik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peringatan ini juga ditekankan sebagai momen edukatif untuk membentuk karakter dan kepemimpinan siswa. Sosok Nabi Muhammad SAW dikenalkan tidak hanya sebagai utusan Allah, tetapi juga sebagai pemimpin yang adil, penyayang, dan bijaksana.

“Harapannya, anak-anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan mampu memimpin dengan baik di masa depan,” lanjut Nanik.

Keceriaan juga tampak dari para siswa yang berebut gunungan jajanan usai acara doa bersama. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri dan mempererat kebersamaan antar siswa.

“Senang dapat jajan tadi dari gunungan di acara Maulid Nabi dan doa untuk bangsa,” ucap Aska Damar Ramadansyah, salah satu siswa dengan wajah gembira.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2