Rojo Durjono, nafsu angkoro lan murko  

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sroko marang tahta, duit, lan dunyo  

Rojo Durjono agawe rakyat sengsoro  

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Urip rasane koyo ing neroko  

 

Dengan lirik yang tajam dan penuh kritik, MetalJowo kembali membuktikan bahwa musik bisa menjadi sarana perlawanan terhadap ketidakadilan.

Single “Rojo Durjono” kini sudah bisa dinikmati di semua platform digital, melanjutkan jejak panjang MetalJowo dalam membawa identitas lokal ke dalam musik rock metal Indonesia.

Perjalanan MetalJowo  

MetalJowo adalah grup band rock asal Surabaya yang lahir dari lingkungan kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga.

Band ini didirikan pada tahun 1995 oleh para mahasiswa Sastra FISIP Unair, dengan semangat musik yang kuat dan jiwa pergerakan yang kental.

Perjalanan MetalJowo dimulai dari Musik Taman FISIP Unair, sebuah wadah bagi mahasiswa untuk berekspresi dan menyalurkan kreativitas bermusik.

Dari panggung-panggung kampus, mereka terus berkembang dan aktif bermain di berbagai universitas di era pergerakan Reformasi 1998, menjadikan musik sebagai medium ekspresi sosial dan suara anak muda.

Seiring waktu, MetalJowo mengalami perkembangan dalam formasi. Awalnya digawangi oleh Widhi (vokal & gitar), Adi (drum), dan Rendra (bass & backing vocal), dalam satu tahun perjalanan mereka kedatangan Wicak (lead gitar) yang menambah kekuatan aransemen dengan riff dan solo gitar yang tajam. Tak lama kemudian, Fajar (keyboard) juga bergabung, memberikan dimensi baru dalam musik MetalJowo dengan sentuhan melodi yang lebih kaya.

Dengan formasi lengkap: Widhi (vokal), Adi (drum), Rendra (bass), Wicak (gitar), dan Fajar (keyboard), MetalJowo semakin solid dalam membangun identitas musik mereka.

Dari panggung kampus hingga event besar di Surabaya, mereka membuktikan bahwa rock tetap bisa memiliki identitas lokal yang kuat, berpadu dengan semangat pergerakan dan independensi.

MetalJowo juga dikenal dengan lagu-lagu yang mengangkat isu sosial, kritik budaya, dan semangat perjuangan. Beberapa karya mereka yang terkenal antara lain: “Jaman Edan,” “Lintang Kamardikan,” “Penerus Bangsa,” “Arum Bongsoku Alum,” “Urip Sepisan,” dan “Duit.” Lagu-lagu mereka tidak hanya menjadi pengiring pergerakan mahasiswa di era Reformasi, tetapi juga tetap relevan hingga kini.

Untuk bisa menikmati seluruh karya MetalJowo, lagu-lagu mereka dapat didengarkan di semua platform digital.

MetalJowo terus berkarya, membuktikan bahwa musik rock tetap bisa memiliki karakter, pesan yang kuat, dan akar budaya yang dalam. Markas Metal Jowo di Tambak Wedi Baru 3 No. 10 Surabaya.

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2