Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi atas langkah progresif yang diambil Unisla. Ia menilai pendekatan eco-health sangat relevan dengan arah pembangunan daerah yang menekankan keseimbangan antara peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

“Konsep ini sejalan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan inovasi yang berdampak luas,” ungkapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lebih lanjut, Khofifah menekankan pentingnya penguatan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan isu kesehatan publik. Ia berharap konsep yang dikembangkan Unisla dapat menjadi model yang dapat direplikasi oleh perguruan tinggi lainnya.

Pertemuan ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan, khususnya dalam pengembangan riset terapan, program pemberdayaan masyarakat, serta inovasi berbasis lingkungan dan kesehatan. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan mampu mempercepat implementasi berbagai program yang telah dirancang oleh Unisla.

Dengan langkah ini, Unisla tidak hanya memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam mendorong terciptanya masa depan yang lebih sehat, hijau, dan berkelanjutan. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi civitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat luas.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2