BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Pemerintah kembali menjadi sorotan. Pasalnya, komposisi makanan yang dibagikan kepada siswa-siswi sekolah di Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan Jawa Timur dinilai tidak layak dan jauh dari standar gizi yang ideal bagi anak-anak usia sekolah.
Kritik keras datang dari Ketua LSM Cakrawala Keadilan, Hilal Ahmar, yang menyayangkan program yang dirasa baik ini namun praktek dilapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan perihal perbaikan gizi anak Indonesia.
Hilal juga meminta agar seluruh mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya fokus pada nilai kontrak per paket, tetapi juga tetap memperhatikan porsi, kualitas, dan kandungan gizi makanan yang diberikan kepada peserta didik.
“Walaupun hanya Rp10 ribu per paket, porsinya jangan terlalu pelit. Anak-anak butuh makan yang bergizi dan cukup mengenyangkan agar bisa fokus belajar,” ujar Hilal kepada Beritasiber.com, Rabu (27/8/2025).
Pernyataan itu merespons viralnya unggahan foto menu MBG di media sosial, yang memperlihatkan nasi putih, sebutir telur, tempe goreng, dan tiga potong kacang panjang. Banyak warganet menilai menu tersebut tidak memenuhi standar gizi seimbang, apalagi untuk anak usia sekolah yang membutuhkan asupan nutrisi lebih.
Hilal, yang merupakan aktivis sosial asal wilayah Pantura Lamongan, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawasi secara ketat pelaksanaan program MBG, khususnya di wilayah utara Lamongan.
“Kalau besok kami temukan kejadian serupa di wilayah lain, kami tidak akan segan-segan melaporkannya ke instansi terkait. Ini soal masa depan anak-anak kita,” tegasnya.






