“Pilihan kita menjadi semakin jelas. Bertahan dan berkembang hanya mungkin dilakukan jika kita memiliki ketahanan nasional yang kokoh serta kapasitas untuk menentukan jalan kita sendiri,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menlu juga menekankan bahwa diplomasi Indonesia ke depan harus bersifat adaptif, berbasis kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan realisme. Ia menyebut ketahanan nasional harus dimaknai secara dinamis karena ancaman global kini hadir dalam berbagai bentuk dan krisis tidak lagi datang secara terpisah.

“Kita harus mampu menahan tekanan, mengelola risiko, dan beradaptasi untuk bangkit lebih kuat. Ancaman saat ini bersifat majemuk dan datang secara bersamaan,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lebih lanjut, Sugiono mengingatkan bahwa kebijakan luar negeri memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari stabilitas harga pangan, akses teknologi dan pendidikan, hingga perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri. Oleh karena itu, diplomasi ketahanan dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus kesejahteraan rakyat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2