Tidak hanya pada Malam Songo, tren pernikahan tetap tinggi hingga memasuki awal bulan Syawal. Pada 29 Maret 2026, tercatat masih ada 143 pasangan yang melangsungkan pernikahan. Hal ini menunjukkan bahwa momen setelah Hari Raya Idul Fitri juga menjadi waktu favorit bagi masyarakat untuk memulai kehidupan baru.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Lamongan, Imam Hambali, menyampaikan bahwa fenomena ini merupakan tradisi yang sudah mengakar kuat di masyarakat Lamongan dan terus berlangsung dari tahun ke tahun.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terutama pada Malam Songo. Kami sudah melakukan berbagai persiapan, termasuk menyiapkan penghulu di setiap KUA agar pelayanan tetap optimal meskipun jumlahnya meningkat tajam,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia juga mengimbau kepada calon pengantin untuk tetap mempersiapkan administrasi pernikahan sejak jauh hari agar proses pencatatan dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa tradisi dan kearifan lokal masih memiliki peran penting dalam menentukan momen sakral seperti pernikahan. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Lamongan tetap menjaga nilai-nilai budaya sebagai bagian dari identitas sosial yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.(Bs).





