Berdasarkan survei internal KAI Commuter, antusiasme masyarakat Probolinggo terhadap layanan ini sangat tinggi. Tingkat minat penggunaan Commuter Line tercatat mencapai 100 persen, dengan potensi akuisisi penumpang sekitar 304 orang per hari.
“Stasiun Probolinggo dinilai memiliki keunggulan strategis karena berada di pusat kota serta berdekatan dengan kawasan industri, perkantoran, institusi pendidikan, dan destinasi wisata unggulan,” imbuhnya.
Dari sisi infrastruktur, Stasiun Probolinggo telah memiliki empat jalur pelayanan dan dua jalur stabling. Meski demikian, KAI Commuter tetap merencanakan peningkatan fasilitas penunjang, seperti penambahan kanopi peron, perluasan ruang tunggu penumpang, serta penambahan petugas operasional untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pengguna jasa.
Sementara itu, DJKA Kementerian Perhubungan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Arif Anwar, mengatakan pihaknya akan terus mengawal proses persiapan operasional agar berjalan sesuai ketentuan. DJKA juga akan memastikan seluruh persyaratan teknis dan administratif dipenuhi sebelum izin operasi diterbitkan.
Untuk menjaga keterjangkauan tarif, pemerintah akan memberikan subsidi melalui skema Public Service Obligation (PSO). Selain itu, DJKA dan KAI Commuter akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo guna mengintegrasikan layanan Commuter Line dengan moda transportasi lanjutan menuju pusat kota dan kawasan wisata.
Perpanjangan layanan Commuter Line Supas ini diharapkan menjadi solusi transportasi massal yang efisien, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Timur, sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai tulang punggung mobilitas regional.





