Sementara itu, Stasiun Babat juga mencatat lonjakan penumpang yang signifikan, yakni 298.013 penumpang, naik 15,6 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 251.486 penumpang.
Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo, menyambut baik kunjungan dan sinergi yang terjalin antara KAI dan Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan layanan transportasi publik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Lamongan untuk bersama-sama mendukung transformasi transportasi publik yang berkelanjutan. Naik kereta api bukan hanya efisien dan terjangkau, tetapi juga nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan,” ujar Wisnu.
KAI Daop 8 juga menyoroti aspek keselamatan, terutama di sekitar 80 titik perlintasan sebidang di wilayah Lamongan. Penguatan koordinasi dalam penyediaan rambu lalu lintas dan penjagaan palang pintu menjadi salah satu fokus ke depan.
KAI optimis bahwa kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, legislatif, dan KAI akan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan layanan transportasi berbasis rel di Lamongan.
Dengan adanya rencana pengembangan ini, diharapkan Stasiun Lamongan dapat menjadi lebih representatif dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi yang aman dan nyaman.(Bs).





